
Memasuki bulan November, kota Malang mulai mengalami puncak musim hujan. Udara jadi terasa lebih lembap, suhu yang lebih dingin dari biasanya, serta anak-anak jadi lebih rentan terserang penyakit musiman seperti batuk, pilek, flu, hingga infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Penting banget loh untuk memahami pola penyakit musiman ini sangat penting agar bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini. Sedih rasanya kalau melihat buah hati kesayangan sakit ya, Bunda? Yuk, cekin bareng-bareng panduan lengkap untuk menjaga kesehatan si kecil selama November ini.
Mengapa Musim Hujan Memicu Penyakit pada Anak?

Peningkatan kelembapan dan penurunan suhu udara membuat virus dan bakteri berkembang lebih cepat. Anak-anak yang aktif di sekolah atau bermain di luar rumah, jadi lebih mudah terpapar kuman dari lingkungan. Selain itu, udara yang dingin membuat tubuh bereaksi dengan mempersempit saluran napas. Makanya enggak heran kalau anak-anak lebih mudah terserang flu atau batuk.
Udara yang dingin membuat anak-anak lebih sering bermain di dalam ruangan ternyata juga bisa membuat proses penularan penyakit lebih cepat. Eh kok bisa? Ya, soalnya ventilasi ruangan yang kurang baik dan penurunan paparan sinar matahari juga dapat menurunkan imunitas pada anak loh, Bun. Karenanya, kita sebagai orang tua perlu lebih waspada dan memperhatikan kondisi tubuh anak setiap hari selama musim hujan berlangsung.
Anak Rewel, Demam, atau Susah Makan? Waspadai Tanda-Tanda Ini
Jenis Penyakit yang Sering Muncul di Bulan November
Beberapa penyakit musiman yang umum menyerang anak selama musim hujan antara lain adalah
• Batuk dan pilek
Penyakit ini memang langganan banget dialami oleh anak-anank saat musim hujan seperti ini. Meski tampak ringan, batuk dan pilek bisa mengganggu aktivitas anak dan menurunkan nafsu makan serta membuat mereka tidak nyaman untuk beraktivitas.
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
ISPA bisa berupa radang tenggorokan, bronkitis, hingga pneumonia ringan. Gejala awalnya terlihap mirip flu seperti demam, batuk dan pilek. Namun pada kasus ISPA penyakit ini bisa berkembang lebih serius jika tidak segera ditangani. Jadi jangan diabaikan dan berpikiran “nanti juga sembuh” ya, Ayah dan Bunda.
• Demam berdarah
Adanya genangan air dari hujan yang tidak teralirkan atau terperangkap dalam wadah-wadah di luar seperti kaleng bekas kemasan atau sejenisnya jadi fasilitas gratisan bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bersarang. Tidak heran jika DBD biasanya meningkat di akhir tahun.
• Diare
Pada musim hujan, penyakit diare juga termasuk banyak yang ditemui. Bakteri-bakteri di lingkungan membuat pencemaran makanan dan minuman jadi lebih mudah. Sehingga anak-anak yang sistem pencernaannya masih sensitif sangat rentan mengalami diare.
• Alergi dan asma kambuh
Cuaca lembap akibat hujan dan udara yang dingin memicu tumbuhnya jamur dan perkembang biakan tungau lebih pesat. Akibatnya anak yang punya riwayat alergi atau asma bisa lebih sering kambuh.
Langkah Pencegahan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah
Pencegahan lebih baik dari megobati. Berikut ini beberapa cara untuk membantu mengurangi risiko anak terserang penyakit selama November:
• Jaga daya tahan tubuh dengan nutrisi yang baik
Pastikan anak-anak anda makan makanan bergizi, konsumsi buah, sayur, dan cukup minum air putih. Vitamin C dan zinc juga membantu memperkuat daya tahan tubuh.
• Pastikan anak tetap aktif bergerak
Cuaca hujan bukan alasan untuk diam saja. Olahraga ringan di dalam rumah dapat menjaga stamina.
• Ingatkan anak untuk Selalu cuci tangan
Pastikan anak-anak anda untuk selalu mencuci tangan baik setelah ebraktiviyas, dari luar dan ketika akan makan. Walau terlihat sederhana, kebiasaan ini efektif loh untuk mencegah penularan penyakit.
• Atur ventilasi rumah
Jangan lupa untuk membuka jendela beberapa jam setiap hari. Kegiatan rutin ini membantu agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap sehat meski sedang musim hujan.
• Jaga kebersihan lingkungan
Pastikan juga tidak ada genangan air di sekitar rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak. Buang segera air yang menggenang di wadang-wadah terbuka. Jika memungkinkan kubur atau buang segera kaleng-kaleng atau wadah plastik di luar rumah yang tidak terpakai.
• Siapkan pakaian hangat
Sediakan selalu baju hangat. Selain membantu tubuh tetap nyaman, menggunakan baju hangat atau selimut pada malam hari membantu melindungi tubuh dari perubahan suhu yang tiba-tiba dapat membuat anak jadi mudah sakit.
Kapan Harus Membawa Anak ke UGD?

Walaupun dengan perawatan dan beristirahat yang cukup di rumah bisa membuat tubuh cepat sembuh dari penyakit-penyakit yang terjadi di musim hujan, ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis segera, loh. Jika anak-anak anda mengalami hal ini segera bawa ke UGD untuk mendapat penanganan segera:
-
Demam yang tidak turun setelah 3 hari
-
Batuk-batuk yang semakin parah hingga mengganggu tidur
-
Anak mengalami kesulitan bernapas atau napas cepat
-
Anak kehilangan nafsu makan dalam waktu lebih dari 24 jam
-
Muntah atau diare terus-menerus
-
Dehidrasi
-
Munculnya bintik merah dan tidak hilang saat ditekan (gejala DBD)
Ayah ibu yang memiliki anak dengan dengan kondisi gawat darurat seperti di atas, tidak perlu ragu untuk datang ke Instalasi Gawat Darurat yang memiliki fasilitas pelayanan 24 jam. Seperti Klinik Pratama dr. Vitis yang ada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Kenali Gejala Darurat yang Harus Segera Ditangani di UGD
Klinik Pratama dr. Vitis termasuk klinik kesehatan yang siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama 24 jam nonstop. Layanan UGD nya terbuka bagi warga Kecamatan Grogol dan sekitarnya yang membutuhkan penanganan medis dengan segera.
Lokasi Klinik Pratama dr Vitis yang cukup strategis dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat terdekat karena terletak di perbatasan Nganjuk.
Dokter dan tenaga medis di Klinik dr Vitis juga ramah dan bekerja secara profesional. Klinik Pratama dr Vitis memang selalu terdepan dalam pelayanan. Sigap dan cepat.
Telpon: 0354779301
WA: 08113045400
Maps: Klinik dr.Vitis Kediri (Alamat : Jl. Jawa No 262, Dsn Sembak RT/RW 003/002 Ds. Grogol Kec. Grogol Kab Kediri 64151)
Instagram: @klinikdrvitis_kediri
Facebook: Klinik Dokter Vitis
Tiktok: klinikdr.vitis
Youtube: klinik dr.vitis Kediri




