
Keluarga berencana biasanya identik dengan semboyan dua anak cukup. Semboyan tersebut punya makna yang mendalam karena dua anak cukup berarti dua anak lebih sehat. Artinya orang tua memiliki cukup banyak kesempatan untuk memberikan akses terbaik kepada anak-anaknya.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini dibuat untuk mengurangi risiko kehamilan dan komplikasi dini yang bisa saja terjadi pada ibu hamil. Terutama ibu hamil yang memiliki banyak anak dengan jarak kehamilan yang pendek.
Kehamilan yang sudah diatur jaraknya akan memberikan kesiapan fisik dan mental bagi ibu hamil, sehingga kesehatan ibu hamil dan bayi dapat lebih terjaga.
Pernyataan ini sesuai dengan pengertian Keluarga Berencana atau KB berdasarkan UU No 10 tahun 1992. Dimana upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Pentingnya Memiliki Dua Anak Cukup
BKKBN percaya bahwa sebuah keluarga yang ideal adalah keluarga yang memiliki dua anak. Pertimbangannya terletak pada perhatian orang tua yang diberikan untuk kedua anaknya dapat lebih optimal. Tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.
Anak-anak juga dapat memahami arti sebuah keluarga dengan satu saudara kandung, sehingga dapat memaksimalkan kasih sayang kepada saudara kandungnya. Sementara orang tua dapat fokus untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak.
Kebijakan dua anak cukup juga berguna untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Bagaimanapun juga, populasi yang terus meningkat akan membawa dampak buruk bagi masa depan. Apalagi jika tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya alam yang memadai.

Manfaat Program Keluarga Berencana yang Wajib Diketahui Banyak Orang
Keluarga berencana berarti keluarga yang direncanakan. Artinya ada perencanaan kehamilan dengan dua anak cukup. Manfaatnya ada beragam, yaitu :
1. Menekan Kehamilan yang Tidak Diinginkan
Perempuan yang belum menopause, tetap dapat hamil ketika berhubungan intim dengan pasangannya. Kehamilan yang terjadi akan berisiko jika usia perempuan tersebut di atas 35 tahun.
Itulah kenapa penting untuk melakukan KB agar kehamilan yang tidak diinginkan tersebut tidak terjadi. Dengan demikian risiko berbahaya akan kehamilan di atas 35 tahun dapat dicegah.
2. Mencegah Kehamilan yang Tidak Direncanakan
Jarak kelahiran yang ideal antara anak pertama dan anak kedua adalah 3 sampai 5 tahun. Jika jarak kelahiran pendek, akan beresiko terganggunya tumbuh kembang pada anak.
Perlu diketahui jika anak membutuhkan ASI hingga usia 2 tahun. Jika belum genap 2 tahun, ibu sudah hamil lagi, maka ASI yang seharusnya diberikan kepada anak pertama, harus dibagi dengan anak kedua. Akibatnya pemberian ASI jadi tidak optimal. Kasihan anaknya.
Perhatian ibu juga tidak bisa maksimal kepada anak karena harus terbagi dengan anak lainnya. Kesehatan ibu dan bayi jadi terganggu akibat dari kehamilan yang tidak direncanakan ini. Untuk itulah penting melakukan KB agar kehamilan dapat direncanakan dengan baik. Caranya dengan mengatur jarak kehamilan seideal mungkin.
3. Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
Keluarga berencana dapat meminimalisir gangguan kesehatan pada kehamilan yang berisiko. Seperti kehamilan terlalu muda, kehamilan terlalu tua, serta kehamilan yang berjarak terlalu dekat. Belum lagi faktor depresi yang bisa saja dialami sebagian perempuan pasca melahirkan.
Dengan menerapkan keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak jadi lebih terjaga dengan baik karena faktor gangguan kesehatan tadi dapat dicegah sejak dini.
4. Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga
Keluarga berencana dapat meningkatkan kualitas hidup sebuah keluarga karena perencanaan kehamilan yang sudah matang.
Orang tua jadi bisa fokus untuk meningkatkan finansial demi memenuhi kebutuhan hidup kedua anaknya. Sedangkan anak mendapatkan kasih sayang yang optimal dari kedua orang tuanya.
Kapan dan Dimana Harus KB?
Program keluarga berencana sebaiknya dilakukan segera setelah menikah atau selama pernikahan berlangsung. Anda dapat memilih untuk menggunakan pil KB, suntik, IUD, implan atau jenis KB lainnya sesuai dengan keinginan bersama pasangan.

Dengan perencanaan yang matang, keluarga berencana akan melahirkan anak-anak yang cerdas dan sehat karena tumbuh sesuai dengan harapan orang tuanya.
Konsultasikan rencana keluarga berencana yang akan Anda ambil kepada dokter yang sudah berpengalaman. Rekomendasi terbaik untuk konsultasi masalah keluarga berencana Anda di Klinik Pratama dr. Vitis.
Klinik rawat inap dengan pelayanan 24 jam ini siap melayani pasien dengan keluhan medis maupun pasien yang ingin melakukan program KB. Klinik Pratama dr Vitis ada di Kabupaten Kediri dengan tenaga medis berpengalaman dan pelayanan klinik yang terbaik untuk wilayah Grogol Kabupaten Kediri dan sekitarnya, termasuk wilayah perbatasan Nganjuk yang terbilang cukup dekat dengan Klinik dr. Vitis.
—-
Yuk kita KB di Klinik dr Vitis aja. Jadikan klinik dr. Vitis sebagai pilihan faskes 1 BPJS Anda dan keluarga. Info lebih lanjut hubungi :
Telpon : 0354779301
WA : 08113045400
Maps : Klinik dr. Vitis Kediri (Alamat : Jl. Jawa No 262, Dsn Sembak RT/RW 003/002 Ds. Grogol Kec Grogol Kab Kediri 64151)
Instagram : @klinikdrvitis_kediri
Facebook : Klinik Dokter Vitis
Tiktok : Klinikdr.vitis
Youtube : Klinik dr.Vitis Kediri




